Buku Kisah para DIKTATOR

Kisah para DIKTATOR
ISBN : 97997564223
Pengarang : Jules Archer
Penerbit : NARASI
Penerbitan : 2004
Bahasa : INDONESIA
Sampul : Soft Cover
Ukuran : 14.5 x 20.5 cm
Berat : 0.30 kg
Bonus : -
Jumlah Halaman : 195 hal
Stok : 9
Harga : Rp 25.000,00

Para diktator sering digambarkan sebagai sosok yang tangannya berdarah-darah, memerintah dengan tangan besi, membunuh semua lawan politik dan musuh-musuhnya. Namun, seringkali dilupakan dari posisinya sebagai seorang figur politik. Buku ini ingin menunjukkan bahwa tidak semua diktator adalah iblis yang dibenci, dan sebagai lawannya juga tidak ada demokrasi yang sempurna.


Jules Archer, pengarang buku ini, menulis buku ini pada tahun 1967. Jadi kita tidak akan menemukan bab tentang Soeharto, Mahathir Mohammad, maupun Osama bin Laden. Pada waktu itu, orang hanya mengenal figur-figur seperti Hitler dari Jerman, Mussolini dari Italia, Lenin, Stalin, dan Kruschev dari Sovyet, Gamal Abdul Nasser dari Mesir, Franco dari Spanyol, Duvalier dari Haiti, Fidel Castro dari Kuba, bahkan Soekarno dari Indonesia.

Kediktatoran seringkali muncul karena kehendak rakyatnya sendiri. Pada bangsa Eropa, kediktatoran biasanya lahir dari rahim revolusi. Sedangkan pada negara-negara Amerika latin, kediktatoran biasanya muncul karena kudeta militer dan dukungan Yankee (baca:AS) untuk melindungi investasi Amerika di sana. Pada negara-negara bekas jajahan kolonial seperti Cina dan Indonesia, kediktatoran lebih disebabkan oleh sikap masa bodoh rakyat terhadap pemerintahan.

Kediktatoran mengakibatkan penderitaan yang panjang bagi sebagian besar rakyatnya. Korban jiwa manusia akibat perang, pembunuhan politik, dan pembantaian massal menjadi bagian kelam sepak terjangnya. Tapi, tidak jarang kediktatoran melahirkan kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan juga bagi demokrasi itu sendiri.

Ambil contoh Mustafa Kemal Attaturk dari Turki. Gaya hidupnya tidak disukai karena suka mabuk dan westernis. Namun, pada akhir kekuasaannya, rakyat Turki banyak bersyukur karena bisa menjadi bangsa yang memainkan peran penting bagi dunia. Karena Kemal pula, Turki tidak terjebak dalam konflik Jerman-Sekutu. Bagi Kemal, “Turki adalah untuk Bangsa Turki!”

Tidak jarang pula, sang diktator justru sangat dicintai rakyatnya. Contohnya Lenin dari Rusia, Mao dari Cina Merah, dan Soekarno dari Indonesia. Bagi rakyat mereka, tidak ada yang bisa menggantikan posisi diktator itu sebagai “bapak” mereka.

Dalam buku ini, seringkali ditulis bahwa faktor-faktor yang menentukan bagi lahirnya kediktatoran antara lain: kemiskinan, depresi ekonomi dunia, perang, dan juga dukungan Yankee. Hal ini jelas sebuah pelajaran bagi Yankee dan juga kita semua akan kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Dengan sangat manisnya, penulis buku ini berpesan pada pembaca di akhir bukunya bahwa kita haruslah menaruh perhatian pada masalah-masalah yang dapat memicu lahirnya kediktatoran dan mengantisipasinya. Dengan demikian, dunia akan tahu bahwa demokrasilah yang benar dan dunia akan mengikuti kita. (IRS)

Halaman ini juga dipublikasikan di situs: PSIK ITB dan Forum

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • description
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists
  • blogmarks
  • Fleck
  • Netscape
  • Reddit
  • Shadows
  • Slashdot
  • StumbleUpon