Fatamorgana
ebonk personal 13 June 2005 4:25 amSang Revolusi bagaikan fatamorgana padang pasir. Selalu tampak indah dari kejauhan, seperti oase. Semakin dikejar, makin menghilang. Atau menjauh. Dahaga, kering, dan panas.
Tapi kita tidak boleh berhenti, kawan. Kita harus tetap berjalan. Jika kita terdiam, tidak ada revolusi. Diam saja adalah kejahatan terhadap revolusi. Diam saja berarti mati.
Akan tiba waktunya bagi kita untuk sampai di istana Sang Revolusi. Dan kitapun menjadi tangannya, menjadi mulutnya, menjadi kakinya, menjadi matanya, menjadi telinganya. Menggantikan musafir-musafir sebelum kita.
Dan itu adalah pasti.







