Archives by Subject

Arsip July 2005

Tight-Money Policy

Apa itu?

Menurut definisi InvestorWords

A central bank policy designed to curb inflation by reducing the reserves of commercial banks (and consequently the money supply, through open market operations). also called tight monetary policy. opposite of easy monetary policy.

Menurut TheSortRun

Tight Money Policy

This policy is exercised in times of inflation.

Components:

1. Selling securities to banks and the public.

  • This decreases the supply of money.  The public is
    giving money to the Federal Reserve.  In exchange, the Fed is giving the
    public/banks bonds, which isn’t money.  Hence, there is less money
    circulating in the economy.

  • Because banks now have less reserves, they cannot loan
    as much money to the public.

2. Increase the Federal Funds Rate

  • By increasing the Federal Funds rate, it costs more
    interest for banks to borrow from other banks.  Thus, banks have less excess
    reserves and lend less to the public.

3. Increasing the Discount Rate

  • Commercial banks loaning from the Federal Reserve now
    have less excess reserves.  Therefore, they cannot loan as much money to the
    public.

4. Increase the Reserve Ratio

  • By increasing the reserve ratio, banks now have less
    excess reserves.  Therefore, money supply has been decreased, and the banks
    cannot loan as much money to the public.

Jadi sebenarnya tujuan dari Tight-Money Policy (atau kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Kebijakan Uang Ketat?) adalah mengerem laju inflasi ya? Jadi supaya uang banyak beredar di publik ya.. Jadi supaya transaksi antar bank meningkat ya… Jadi supaya aktivitas ekonomi meningkat ya…Jadi supaya harga barang ngga merambat naik ya….

Kapan dong…. gw lagi bokek nih… CAR (Credit Adequate Ratio) atau Rasio Kecukupan Modal dompet di banding tabungan di bank udah tertekan habis sampai menembus level terbawah: 10% !!! Bunyikan tanda bahaya.. teeett .. teettt…. teeeettt….. ALERT !!!!

Hah, balik dulu ah….

Tatoo Singa

Seorang pemuda mengunjungi sebuah klinik pembuat tatoo (tato). Dia ingin mentato seluruh punggungnya dengan gambar singa. Di negerinya, singa adalah lambang kejayaan dan kemasyhuran suatu negara.

Maka mulailah tukang tato menyiapkan jarum-jarumnya untuk ditusukkan ke punggung pemuda itu. Tukang tato memulainya dengan menggambar bagian telinga singa. Baru beberapa kali tusukan, pemuda itu mengeluh dan menjerit kesakitan.

P: “Aduh, sakit sekali. Apa yang kau gambar di situ?”
T: “Aku sedang menggambar telinganya”
P: “Sakit sekali. Lupakan telinganya, singaku tak perlu telinga”
T: “Oh, baiklah Tuan”

Kemudian, tukang tato menggambar bagian rambut. Baru beberapa detik, pemuda itu kembali menjerit kesakitan.

P: “Oh, kenapa sakit sekali. Apa yang kau buat di situ?”
T: “Aku sedang menggambar rambutnya”
P: “Sudahlah, tak perlu pakai rambut.”
T: “Oh, baiklah Tuan.”

Kemudian, tukang tato menggambar bagian ekor. Baru beberapa saat, pemuda itu kembali mengeluh.

P: “Aw, sakit sekali. Kau buat apa pula di sana?”
T: “Aku sedang menggambar ekornya”
P: “Sudah lupakan, tak perlu pakai ekor segala”
T: “Mmm baiklah tuan”

Begitu pula seterusnya, bagian kaki, perut, kepala. Sehingga tukang tato itu menjadi marah.

T: “Hey, singa macam mana yang tak punya telinga, rambut, ekor, kaki dan lainnya. Jika kau tak ingin menanggung rasa sakit dari tusukan jarumku, jangan pernah berkeinginan memiliki tato. Dasar manja!”

Moral cerita ini adalah jangan berharap memiliki kejayaan, kebahagiaan jika tak mau merasakan rasa sakit.

(Saduran bebas dari kumpulan kisah “Mengelus Punggung Singa”, Jalalludin Rumi)

Belasungkawa

Hari ini saya menyaksikan lagi sebuah upacara. Perayaan duka, penghormatan terakhir bagi dunia yang ditinggalkan oleh seseorang. Seorang ayah, pemimpin keluarga, seorang prajurit, seorang hamba Tuhan. Bagi korpsnya, dia lebih dari seorang kolonel ataupun staff ahli Kodam III Siliwangi. Kolonel (inf) Hamdani, ayahanda Erik Wahyu Setiawan telah meninggalkan kita semua.

Tidak ada yang bisa menunda, ataupun mencegah. Apalagi menyogok sang takdir untuk membatalkan perjanjian yang sudah dijalaninya. Baik dia perwira ataupun prajurit biasa, tidak ada bedanya. Kembali pulang tidak membawa apa-apa, kecuali doa dari orang-orang yang mencintai dan menghormatinya. Doa dari anak-anak yang tak pernah putus.

Karena kehendakNya adalah mutlak, jangan berharap akan penangguhan, jangan berharap akan pembatalan. Mari berharap, saat Dia menjatuhkan takdirnya, disertainya dengan kelembutan. Saat Dia menjalankan rencananya, kita tetap kuat dalam kesadaran.

Selamat jalan, Pak. Turut belasungkawa untuk Erik sekeluarga.

Wahai orang asing

Inipun senyuman
Walaupun tak semanis senyummu

Inipun tepukan tangan
Walaupun tak semeriah tepukan orang lain

Inipun air mata
Walaupun tak sederas air hujan

Inipun keringat
Walaupun tak sebening embun

Inipun darah
Walaupun tak semerah darah bangsawan

Inipun belaian
Walaupun tak selembut sutra

Inipun bunga
Walaupun bunga bakung tak secantik mawar

Inipun mata
Walaupun sinarnya tak seterang mentari

Inipun tangisan
Walaupun tak bersuara nyaring

Inipun nyanyian
Walaupun tak semerdu suaramu

Inipun dunia
Walaupun tak seindah duniamu

Rela menjadi diri sendiri
Di antara sejuta pilihan yang tersedia
Memilih untuk sederhana
Apa adanya
Dan mencoba memahamimu
Apa adanya
Kemudian menerimamu
Apa adanya
Bukan karena apa yang kau miliki
Karena kau pantas menerimanya
Karena kau mampu memaknainya

Inipun kasih sayang
Walaupun tak semewah milikmu
Wahai, orang asing…

Kuminta padamu, Tuhan
Cukuplah dirinya bagiku
Cukuplah diriku baginya
Cukuplah Engkau sebagai pelindung

Setelah lama sekali

Seperti diguyur setelah lama tak kena air dingin, menggigil.
Seperti disorot setelah lama tak liat cahaya, silau.
Seperti diusik setelah lama tak dengar suara, berisik.
Seperti mencium aroma masakan setelah lama tak makan, jadi lapar.
Seperti disiram hujan setelah lama kemarau, teduh.
Seperti bangkit setelah lama mati, penasaran.
Seperti lepas setelah lama dipenjara, bebas.
Seperti ketemu setelah lama tak jumpa, kangen.
Seperti membuka pintu yang lama terkunci rapat, berdecit berat.

Euphoria, norak, kampungan, overacting, kolokan, gagap, lambat loadingnya, grasa-grusu, geli…

Dan seperti ada yang mencolek-colek borok lama yang hampir kering, sakit perih tapi gatal mengasyikkan. Phew,…Adakah yang mengerti?

Hah, postingan yang aneh ….