Hari ini saya menyaksikan lagi sebuah upacara. Perayaan duka, penghormatan terakhir bagi dunia yang ditinggalkan oleh seseorang. Seorang ayah, pemimpin keluarga, seorang prajurit, seorang hamba Tuhan. Bagi korpsnya, dia lebih dari seorang kolonel ataupun staff ahli Kodam III Siliwangi. Kolonel (inf) Hamdani, ayahanda Erik Wahyu Setiawan telah meninggalkan kita semua.

Tidak ada yang bisa menunda, ataupun mencegah. Apalagi menyogok sang takdir untuk membatalkan perjanjian yang sudah dijalaninya. Baik dia perwira ataupun prajurit biasa, tidak ada bedanya. Kembali pulang tidak membawa apa-apa, kecuali doa dari orang-orang yang mencintai dan menghormatinya. Doa dari anak-anak yang tak pernah putus.

Karena kehendakNya adalah mutlak, jangan berharap akan penangguhan, jangan berharap akan pembatalan. Mari berharap, saat Dia menjatuhkan takdirnya, disertainya dengan kelembutan. Saat Dia menjalankan rencananya, kita tetap kuat dalam kesadaran.

Selamat jalan, Pak. Turut belasungkawa untuk Erik sekeluarga.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • description
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists
  • blogmarks
  • Fleck
  • Netscape
  • Reddit
  • Shadows
  • Slashdot
  • StumbleUpon