Hey, Republik…

Bagaimana rasanya kalau jadi kamu?
Bagaimana rasanya 60 tahun berdiri?
Bagaimana rasanya memiliki 250 juta rakyat?
Bagaimana rasanya punya hutang luar negeri?
Bagaimana rasanya dikorupsi oleh rakyatmu sendiri?
Bagaimana rasanya berganti orde?

Hey, Republik

Bagaimana kamu menyaksikan aku anak-anakmu lahir dari tanahmu, airnya kuminum, udaranya kuhirup, tanahnya kuinjak, isi perutnya kukorek-korek. Bagaimana kamu menyaksikan leluhurku, bapak moyangku, pergi mengembuskan nafas di pangkuanmu. Bagaimana kamu menyaksikan sodara-sodaraku yang lapar perutnya, bertelanjang kaki, tidak tamat sekolah tapi pakai kaos bola Portugal ?? Bagaimana kamu menyaksikan guru-guru kita yang suka menjual kursi sekolah? Bagaimana kamu menyaksikan orang yang kecanduan penjajahan lagi atas diri mereka?? Bagaimana kamu menyaksikan kawan-kawanku yang akal pikirannya masih terbelenggu?

Hey hey hey, Republik…

Here we are again! Kita ketemu lagi di sini. Setahun kami meninggalkanmu. Kamu punya cerita apa? Ayoh buruan cakap! Kisah dramatis, kisah garing, kisah romantis, kisah apa saja. Oh, kalau mau nyanyi juga boleh. Balada atau hymne? Rokenrol atau Indonesia Raya? Hohoho… laguku? that old fashioned song? Okay…go on! Lagukan saja….. Aha, suara kamu masih cukup merdu… tapi itu sekali lagi … pitch control … :D Semangat kalipun !

Hey, Republik. Sebentar dulu…

Kamu mau kemana? Jarang-jarang kita bisa bercakap-cakap seperti ini. Aku tahu waktuku tak banyak untuk memikirkanmu. Maklumlah, kamu kan tahu sendiri. Aku ini masih bocah kalau dibandingkan dengan usiamu. Ya, masih bocah yang sama seperti tahun kemarin. Apalah artinya awak ini dibandingkan dirimu. HAH ! Ngga lah, siapa yang merajuk ???

Hey, Republik…

Bagaimana kalau sekarang kita gantian, aku jadi kamu, kamu gantian jadi aku. Untuk sehari saja. Sekali-kali boleh dong merasakan kalau jadi kamu. Seperti apa sih memangnya? Aku pernah minta seperti ini kepada Tuhan, tapi dia tidak mau. Kamu kan tidak sesombong Tuhan.

Ayolah Republik,

Republik…. Hey…. Kok kamu diam saja?

Yah, kok malah tidur?

Phew, kamu bosan ya? Wah, kamu kelihatan capai sekali rupanya. Pastilah hari-hari bagimu lebih berat dariku. Kamu butuh liburan. Well, take your time…

(sambil berbisik)
Selamat Ulang Tahun. Dirgahayu Republikku. Merdeka !

(lalu kukecup kening Sang Republik yang sedang mendengkur)

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • description
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists
  • blogmarks
  • Fleck
  • Netscape
  • Reddit
  • Shadows
  • Slashdot
  • StumbleUpon