Ya Allah,
Esok hari kami akan kembali menunaikan tugas dan kewajiban kami
Bekerja untuk masa depan kami dan orang-orang yang kami cintai
Mengharapkan ridho-Mu agar selalu terlimpah kepada kami
Engkau tentu tahu Ya Allah,
Betapa kesibukan itu telah menyita waktu kami,
kesabaran kami, keramahan kami, kepedulian kami, kebersihan hati kami
Sehingga seringkali kami menjadi khilaf dan zalim
Engkau pun tahu Ya Allah
Bahwa kami pun sering menjadi lalai
Untuk menyediakan waktu untuk mengingatmu, berdoa kepada Mu
Menunaikan ibadah kepada Mu
Sehingga kami sering terjauhkan dari Mu
Untuk itu kami mohon padamu Ya Allah
Bimbinglah kami dengan rahmat Mu
Agar di tengah-tengah kesibukan kami itu
Kami dapat senantiasa tersenyum kepada orang lain
Bertegur sapa dengan salam penuh kasih sayang
Saling mendoakan satu sama lain
Saling mengunjungi satu sama lain
Menyediakan waktu yang cukup untuk memperhatikan mereka
Agar apa yang menjadi hak mereka atas diri kami
Telah kami tunaikan sebaik-baiknya
Setelah itu Ya Allah
Jadikanlah kebaikan dan keburukan yang ada pada diri kami
Menjadi contoh dan pelajaran untuk saudara-saudara kami
Agar kelak saudara-saudara kami itu
Dapat berbuat lebih baik dan lebih maju dari kami
Memperbaiki kesalahan dan kekurangan diri kami
Ya Allah,
Tumbuhkan selalu kerinduan pada Mu di dalam kalbu kami
Agar hati kami senantiasa haus untuk bertemu dengan Mu
Sehingga walau kami sibuk dengan urusan kami itu
Kami tetap menjalankan kewajiban kami pada Mu
Berkomunikasi kepada Mu lewat doa-doa kami
Jadikanlah kami, orang tua kami, para leluhur kami
Saudara-saudara kami, rekan-rekan kami
Dalam golongan orang-orang yang mencapai tujuan dengan selamat
Dalam golongan orang-orang yang Engkau selamatkan
Di dunia maupun di akhirat
Amiin
Popularity: 12% [?]
Mules (baca: em-u-mu-el-e-le-s, bukan myules).
Perut gw mules-mules hari ini. Pasalnya karena seekor anak kucing yang sering gw sapa tiap pagi. Warnanya bulunya kuning belang-belang mirip warna bulu induknya. Hidungnya cemong sedikit. Badannya gempal jadi enak dipegang-pegang. Umurnya kira-kira 1 bulanan lebih.
Pagi ini menjelang beraktifitas di sebuah lokasi di Jalan Wijaya II Jakarta itu, seperti biasa gw sapa si kucing montok itu. Hidungnya gw lap pakai tisu biar ngga cemong. Badannya juga sampai kupingnya juga biar bersih. Kedua sodaranya ngga keliatan, mungkin lagi di tempat persembunyiannya. Kasian ngeliat induk dan anak yang lapar itu, muncul niat bawa roti dari rumah buat mereka besok pagi.
Sore ini sekitar jam 15 an sebuah mobil mercy yang sedang parkir bergerak mundur mau keluar. Rupanya si kucing montok itu lagi tidur di kolong mobil mewah dan mahal itu. Tanpa ditemani induknya. Dengan bersemangat, si sopir menginjakkan pedal gas tanpa peduli ada mahluk hidup di kolong mobilnya.
Dan … “NGUEKKKK” … singkat dan jelas. Gepenglah tubuh mungil nan montok itu berlumuran darah dengan bola mata yang jatuh keluar. Bagaikan habis dipresto sampai lunak ke tulang-tulangnya. Salah seorang kawan mengambil bekas amplop kuarto untuk membungkus si montok.
Perut gw bereaksi keras … jadi mules-mules ngga karuan.
Duh… montok.. montok.. apes banget nasiblu. Perut gw mules-mules nih buat lu.:(
Popularity: 13% [?]



