Mules (baca: em-u-mu-el-e-le-s, bukan myules).

Perut gw mules-mules hari ini. Pasalnya karena seekor anak kucing yang sering gw sapa tiap pagi. Warnanya bulunya kuning belang-belang mirip warna bulu induknya. Hidungnya cemong sedikit. Badannya gempal jadi enak dipegang-pegang. Umurnya kira-kira 1 bulanan lebih.

Pagi ini menjelang beraktifitas di sebuah lokasi di Jalan Wijaya II Jakarta itu, seperti biasa gw sapa si kucing montok itu. Hidungnya gw lap pakai tisu biar ngga cemong. Badannya juga sampai kupingnya juga biar bersih. Kedua sodaranya ngga keliatan, mungkin lagi di tempat persembunyiannya. Kasian ngeliat induk dan anak yang lapar itu, muncul niat bawa roti dari rumah buat mereka besok pagi.

Sore ini sekitar jam 15 an sebuah mobil mercy yang sedang parkir bergerak mundur mau keluar. Rupanya si kucing montok itu lagi tidur di kolong mobil mewah dan mahal itu. Tanpa ditemani induknya. Dengan bersemangat, si sopir menginjakkan pedal gas tanpa peduli ada mahluk hidup di kolong mobilnya.

Dan … “NGUEKKKK” … singkat dan jelas. Gepenglah tubuh mungil nan montok itu berlumuran darah dengan bola mata yang jatuh keluar. Bagaikan habis dipresto sampai lunak ke tulang-tulangnya. Salah seorang kawan mengambil bekas amplop kuarto untuk membungkus si montok.

Perut gw bereaksi keras … jadi mules-mules ngga karuan.

Duh… montok.. montok.. apes banget nasiblu. Perut gw mules-mules nih buat lu.:(

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • description
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists
  • blogmarks
  • Fleck
  • Netscape
  • Reddit
  • Shadows
  • Slashdot
  • StumbleUpon