Balita Pemabuk
Posted on 24th January 2006 by ebonkNah, saya jalan-jalan di swalayan lagi. Kali ini mata saya menangkap objek yang lain, sebuah minuman kaleng yang sudah akrab buat kita: Green Sands. Minuman ini juga pernah membuat kenangan unik dalam hidup saya. Unik karena terjadi waktu masih balita.
Waktu itu saya masih berumur 2 tahun lebih sedikit. Kedua orang tua saya bekerja dan setiap hari saya dititipkan di rumah kakek (alm) yang jaraknya memang dekat, di samping stasiun kereta api Bekasi. Biasanya selepas maghrib, barulah saya dijemput oleh orang tua setelah mereka pulang. Saya memang jadi sangat dekat dengan kakek. Saya juga memanggil kakek dengan panggilan ‘bapak’ seperti ibu dan bapak saya memanggilnya.
Suatu hari ada seorang yang datang bertamu, rupanya saudara jauh. Dia seumuran kakek juga. Saat itu saya sedang main di teras rumah. Saudara kakek yang satu ini memang suka ‘minum’. Dia memesan sebotol Green Sand di warung sebelah. Saya, yang belum tahu minuman macam apa itu, bertanya dengan lugunya: “Bapak, itu apa?” Rupanya kakek jadi gusar melihat saya yang mupeng sama minuman itu. Dia menjawab: “Eh, ini mah bukan buat anak kecil…ga boleh yah… “. Saya ngga berani membantah, saya memang takut sama kakek walaupun dia jarang marah. Entah kenapa, mungkin karena saya sering tertegun melihat fotonya dengan seragam angkatan udara lengkap dengan pedang jepang yang dipajang di ruang tamu.
Beberapa saat kemudian, mereka berbincang-bincang ke luar. Gelas besar berisi Green Sands yang masih penuh ditinggalkan begitu saja di meja. Dan waktu pun berjalan begitu cepat……
Ketika mereka kembali, tamu kakek hendak mengambil gelas Green Sandsnya. Dia heran, kenapa isinya tinggal sedikit? Padahal dia belum menyentuhnya sama sekali. Siapa yang minum? Tidak ada orang lain di tempat itu kecuali saya. Saya sedang tertidur sambil duduk di kursi. Mulut sedikit terbuka. Tidur dengan begitu damai, bukan itu kebiasaan saya kalau siang hari begini. Kakek curiga dan hidungnya diarahkan, mengendus muka saya. Bau alkohol!
“O ini dia. Si Ilham minum green sands. Pantes mabok!” katanya sambil menggendong saya ke kamar tidur. Mereka tertawa dan menceritakannya ke semua orang, nenek, om dan tante.
Lepas maghrib, orang tua saya datang menjemput. Alangkah herannya ketika mereka mendapati saya masih tertidur pulas dengan damainya. Alhasil tidak ada keluhan apa-apa, ya nakal lah, ya gini lah, ya gitu lah. Kecuali soal 3/4 gelas berisi green sands yang saya habiskan siang itu. Sejak siang itu, sudah lebih dari 8 jam saya tertidur dan belum terbangun bahkan sampai saya dijemput. Minuman yang hebat.
That’s a true story. Moralnya: “jangan bikin gw penasaran”.Â
Popularity: 10% [?]
Kirim updatenya ke Email saya dong!
Tulisan lainnya
hehehehehehehe
kalo saya pernah ngunci kamar ibuk dari dalem trus bikin my first self-makeover, dan keluar dengan poni tersisa 2 cm saja sembari belepotan listip dan eisedoh. (lipstik dan eye-shadow)
enak jadi anak2.
Hahaha ![]()
Pas gw kecil, gw pernah mecahin telor ayam gara2 penasaran gimana embrio ayam itu tumbuh. Jadi telornya gw pecahin trus gw panasin dengan sinar matahari. Endingnya? Tebak aja.
wah, gua kalah.gua baru mengenal minuman keras saat kuliah. four thumbs up buat ebonk, he he he. hidup rock and roll!
Dulu saya punya ayam jago, tiap pagi dia minta sepotong tape ubi,kalo belum dikasih terus nunggu di depan pintu dapur. garink banget ya. nggak nyambung



