Pemanja dan Pemalas
Posted on 1st March 2006 by ebonkCoba baca liputan berikut:
Pesta Rakyat “Dari ITB untuk Rakyat”
Mereka berpikir bahwa semua permasalahan mereka hanya membutuhkan sebuah ultimate solution yaitu dana. Dengan tidak sadar atau tidak sengaja mereka menyatakan bahwa diri mereka tidak mampu membuat sebuah kegiatan yang bagus. Dengan tidak sadar mereka bilang bahwa: “pantes dong acara gw jelek, kan dananya kurang” atau dengan logika terbaliknya: “pantes dong acara orang lain bagus, kan dananya banyak” .
Anak-anak seperti ini mentalnya seperti anak kecil. Maunya dikelonin terus sama kampusnya. Maunya didukung terus sama birokrat. Maunya dilindungi terus sama seniornya. Maunya disuapin terus sama alumninya. Maunya didikte terus sama mentornya. Maunya ditete’in terus sama ibunya.
Kenapa harus mencari-cari alasan atau pembenaran? Ini kan tahun 2006! Tahu maksudnya? Di jaman modern ini manusia yang selalu menutupi kesalahan, menyalahkan pihak lain, mencari pembenaran dan gampang menuduh adalah calon spesies yang tidak akan mampu mengikuti evolusi. Mereka berbuat kesalahan dan untuk menutupinya mereka melakukan kesalahan lagi. Siapapun tahu proses evolusi keledai sudah mentok.
Mau ngomong “Ngga bisa gitu dong. Angkatan dulu kan beda sama angkatan sekarang” ? Silahkan saja. Itu sama saja menunjukkan kelas evolusi kita. Artinya sama saja dengan bilang: “Angkatan sekarang kan memble, beda sama angkatan dulu” . Ya ya ya… kita semua tahu kita lahir di sistem kapitalisme yang sama, jadi ngga ada gunanya ngomong kayak gitu. Karena itu sama saja menganggap diri anda jago berbohong. Tidak sama sekali. Coba lihat siapa sedang membohongi siapa?
“Wah, gw ngga bisa” “Duh, gw ngga sanggup”
Kalau denger yang kayak begini rasanya pengen nendang, pengen nginjekkkk…..
Popularity: 7% [?]
Kirim updatenya ke Email saya dong!
Tulisan lainnya
waduh.. bagus nih.. no excuse ya..



