Feed Your Brain
Posted on 24th March 2006 by ebonkTulisan ini hanya ingin menjelaskan bagaimana pentingnya mengontrol input apa saja yang boleh dimasukkan ke dalam pikiran kita supaya pikiran kita terjaga dari hal yang sia-sia. Jaga pikiran anda karena akan menjadi ucapan. Jaga ucapan anda karena akan menjadi sikap dan perbuatan. Jaga perbuatan anda karena setiap tindakan anda adalah trigger yang menyebabkan efek tertentu. Sebab kita akan menuai apa yang kita tanam. Sebab efek dari amal perbuatan kita akan kembali pada diri kita. Begitulah hukum dasar kehidupan, hukum sebab akibat.
Coba JANGAN PIKIRKAN sebuah minuman yang bernama es jeruk yang warnanya kuning, gelasnya silinder bening tinggi, dengan sendok kecil panjang, sedotan dengan irisan buah jeruk, tetesan embun di permukaan luarnya, dan bunyinya : “klinting klinting klinting” . Nah, siapa di antara anda yang benar-benar TIDAK memikirkannya sehingga tidak muncul gambaran mengenai es jeruk itu? Hahaha…
Suka atau tidak suka, informasi apapun akan diterima oleh pikiran bawah sadar yang memang tidak pernah menolak informasi apapun. Pikiran bawah sadar itu bekerja dengan caranya sendiri sehingga apa yang anda pikirkan di alam sadar akan dijalankan oleh alam bawah sadar.
Beberapa contoh sumber informasi yang patut dihindari:
- Tayangan televisi: gossip infotainment, sinetron hantu “hidayah”, acara dangdut
- Siaran radio: gossip selebritis, talk-show remang-remang
- Koran/Majalah: berita kriminal, esek-esek, dan sejenisnya.
Masih banyak lagi sumber berita yang harus dihindari agar pikiran anda sehat. Karena begitu banyak, saya tidak mungkin menulis nama-namanya satu per-satu. Mengapa patut dihindari? Karena informasi yang disajikan adalah sampah, relakah otak anda diberi makan sampah?
Selain menghindarinya, kita bisa mengimbanginya dengan sumber yang positif. Misalnya membaca buku-buku bermutu. Buku-buku sangat bagus bagi pikiran kita karena punya kekuatan edukasi, merangsang kemampuan bersintesa dan mengaktifkan sel-sel otak yang berpotensi untuk meningkatkan kualitas pikiran.
Namun begitu, membaca buku memang tidak mudah bagi sebagian orang karena banyak faktor pribadi misalnya: kebiasaan. Mengubah kebiasaan memang berat, tapi hasilnya setimpal. Selain itu membaca buku tertentu juga perlu mentor. Bagi anda yang memasuki wilayah filsafat, tasawuf, dan sejenisnya, sebaiknya cari mentor yang bisa membimbing.
Baju yang bersih bukan baju yang tidak pernah dipakai, namun karena sering dicuci. Cermin yang bersih bukan cermin yang tidak pernah kena debu, tapi karena sering dibersihkan. Otak dan hati adalah cermin jiwa anda, jika ia tidak pernah dibersihkan, bagaimana anda menemukan gambaran yang jelas?
Link terkait:
Popularity: 15% [?]
Kirim updatenya ke Email saya dong!
Tulisan lainnya
artikel yang bagus
tapi gue m nanya hal apa yang bener2 bisa mengubah kehidupan seseorang????



