Sepuluh tahun lagi, mungkin di Indonesia akan banyak dibangun pusat pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar nuklir. Semoga cita-cita mulia demi membangun bangsa penghasil energi terbesar di muka bumi ini tidak kandas digerogoti regulasi dan monopoli.

Bukan tidak mungkin akan ada banyak reaktor-reaktor mini yang dijual untuk pengguna rumahan. Kendaraan umum seperti bus, monorail, maglev, shuttle, subway, kapal ferry akan mengganti mesinnya atau sumber energinya dari nuklir. Berbagai perusahaan pembuat reaktor mini dan penjual bahan bakarnya akan berlomba-lomba untuk mengikat hati konsumennya. Copywriter jempolan yang mengerti trend jaman itu akan sangat dibutuhkan, mengingat tidak semua slogan bisa cocok. Nuklir bukan barang mainan anak kecil yang bisa dijual dengan merayu sang ibu atau sang anak agar memilikinya. Bukan juga seperti deterjen yang bisa di”demo”kan di hadapan ibu-ibu komplek dan ditayangkan di tivi.

Selain itu, citranya sebagai energi yang ramah manusia dan lingkungan harus dibangun dalam waktu lama dan akan menelan investasi yang tidak sedikit. Kira-kira, seperti apa ya bentuk iklannya? Mungkin seperti ini kali ya..

Pakai Nuklir, lupakan yang lain.

Yang lebih bagus dari Nuklir? Yang lebih mahal banyak.

Orang pintar pakai tenaga Nuklir.

Sembilan dari 10 perempuan di Indonesia memakai Nuklir.

Pakai nuklir, sudah tradisiii….

Ngay juga pake…

Saya pakai dua…

Nuklir *****, nuklir buat kita-kita (modelnya abg)

Buang sampah nuklir ke tempatnya.
(Pemprov X)

Selamatkan bumi
(Aktifis Lingkungan)

Iklan Layanan Masyarakat ini disampaikan oleh Badan Tenaga Atom Nasional bekerja sama dengan Dirjen Tenaga Atom Departemen Pertambangan dan Energi Republik Indonesia dan IAEA.

Heheheh… 10 tahun lagi ya…

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • description
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists
  • blogmarks
  • Fleck
  • Netscape
  • Reddit
  • Shadows
  • Slashdot
  • StumbleUpon