Archives by Subject

Arsip July 2006

My 2nd dollars from Getacoder

GetACoder

Ow, maafkan saya karena di sela-sela kesibukan saya menggarap proyek masih sempat-sempatnya ngecek bidding di Getacoder. Udah gitu, dapat pula :D

Ceritanya begini. Beberapa hari yang lalu, tepatnya semingguan, saya menerima email dari Getacoder bahwa seseorang dengan nickname ubercool mengundang saya untuk memasang bidding (kayak pasang togel aja :p) di project yang dia buka di sana.Deskripsi proyeknya adalah Vbulletin guru needed dengan nilainya antara $100-$300. Ya sutrah, kalau liat deskripsi problemnya sih … gampang laa… worthed dengan imbalannya.

Tunggu sehari dua hari. PM saya dibalas oleh pemilik proyek. Dia tertarik karena saya tau letak masalahnya ada di mana dan bisa menyelesakan dalam tempo 6 hari (sebenarnya ini kelamaan untuk kerjaan sejenis itu). Sambutannya positif, dia akan kontak lagi besok.

saya pikir saya punya peluang bagus untuk memenangkannya. Ternyata salah!

Pemenangnya adalah orang lain. Saya coba liat, ternyata harga biddingnya lebih murah dan waktu pengerjaannya lebih singkat, cuma 1 hari. Baru saya sadar, kenapa ngga pasang 1 hari aja, kan sebetulnya bisa dikerjain dalam satu hari. Ah, ya sudah… lepas deh kesempatan kerjasama jangka panjang.

Hari kamis kemarin, project di tutup. Ternyata sore hari (waktu indonesia) saya terima email lagi dari ubercool bahwa dia minta saya merespon pertanyaannya dan akan menyerahkan proyeknya kepada saya. Wah, bukannya udah ditutup? Ternyata dia batal kerjasama dengan pemenang proyek sebelumnya. Okelah, saya coba lagi deh, iseng-iseng berhadiah. Saya tanya, waktu saya tinggal berapa hari? Dia minta 3 hari. Ya sudah, tiga hari juga cukup kalau dikerjain serius.

Kami mulai membahas masalah teknis lewat PM. Saya coba pandu selangkah demi selangkah untuk mendapatkan skin vbulletin miliknya yang bermasalah. Dia agak keberatan kalau saya langsung mengakses admin control panel vbulleting miliknya. File saya terima, saya import ke vbulletin di laptop saya. Liat kode skin-nya dikit-dikit, langsung ketemu deh masalahnya. Langsung bikin patch, trus export ke XML. Sempat juga salah kirim, karena file XML yang saya kirim masih mengandung bug. Saya kirim lagi file yang sudah bersih dari bug, kemudian kami meneruskan kontak lewat email dan Yahoo! Messenger.

Akhirnya saya bisa mengakses admincp karena dia kesulitan melakukannya sendiri. Dan, voyla !!! Bug hilang seketika!! Dia senang sekali.Aha, anda juga mendengarnya bukan? Krincingggg… 200 dolar masuk ke rekening getacoder saya.

Kami masih ngobrol-ngobrol beberapa saat. Ternyata, dia ngga jadi pake bidder sebelumnya karena satu masalah kecil: TIDAK ADA RESPON! Bidder itu tidak pernah merespon emailnya. O.oww…tamparan yang lumayan keras buat saya yang sering menderita autis akut :p Selain itu, ternyata dia berasal dari abura, sebuah bekas koloni Belanda dan sekarang tinggal di San Francisco, California.

Dia juga suka makanan Indonesia seperti sate dan nasi rames yang disebutnya rijsttafel. Apa pula itu? Belom pernah denger deh. Ga taunya, rich table dalam bahasa Inggrisnya, yaitu banyak makanan dalam satu meja. Apa istilahnya di indonesia? Lesehan?

Oh ya, dia punya situs yang bagus. Silahkan kunjungi Ubercool. Situs tentang trend analysis. Forum yang saya betulkan ada di Trendsetter.com

Ok, segitu dulu laporan sejam di Getacoder. Honey, makasih ya udah bantuin dan ngingetin diriku yang autis ini.. hehehe…

Selain Getacoder, website yang menyediakan layanan sejenis adalah:

Bisa coding tapi nganggur? PERCUMA !!! :D

How much water did you drink?

A koala is sitting up .a gum tree … smoking a joint

Koala

when a little lizard walks past and looks up and says,

Lizard

“Hey Koala ! What are you doing?”

The koala says:

“Smoking a joint, come up and have some.”

So the little lizard climbs up and sits next to the koala and they have a few joints. After a while the little lizard says his mouth is ‘dry’ and is going to get a drink from the river. But the little lizard is so stoned that he leans too far over and falls into the river.

A crocodile sees this and swims over to the little lizard and helps him to the side, then asks the little lizard:

“What’s the matter with you?”

The little lizard explains to the crocodile that he was sitting smoking a joint with the koala in the tree, got too stoned and then fell into the river while taking a drink.

The crocodile says he has to check this out and walks into the rain forest, finds the tree where the koala is sitting finishing a joint, and he looks up and says “Hey you!”

Crocodile

So the koala looks down at him and says:

Koala

“Shiiiiiiiiiiit dude … how much water did you drink?!!”

Story by: Mike (b***@boilerplant.net)

powered by performancing firefox

Photo Gathering IA-JABAR

Ini sebagian foto-foto pas malam acara Gathering IA ITB Jawa Barat, 8 Juli 2006.

The Gang of Three and Our Partner.

Teguh Panoto Yudho, Doddi Herlambang, Tri Basoeki, Ilham Rizqi Sasmita

Thanks to Tri Laksmana

powered by performancing firefox

Google Masuk Kamus

“There is a risk that the word `Google’ could become so commonly used that it becomes synonymous with the word `search,’ ” Google noted in its annual report from last year. “We could lose protection for this trademark, which could result in other people using the word `Google’ to refer to their own products.”

Dikutip dari The Boston Globe

Google masuk kamus. Karena menjadi frasa atau kata, apakah Google akan
menghadapi masalah seperti Xerox, Coca-Cola, atau semacamnya?

Contohnya gini:
Gw punya dua celana levis. Artinya orang udah akrab dengan levis sebagai jeans. Konon orang jawa juga mengadopsi kata ’sepur’ yang artinya kereta api dari merek lokomotif. Di tempat gw, orang suka menyebut saklar dengan Broco (merek dagang) atau trafo lampu neon dengan Ballast.

Kalau begitu bukan cuma orang Indonesia doang yang punya kebiasaan kaya gitu. Kirain karena kita kekurangan kosa-kata jadi suka main import sesuka hati.

Kebayang kan, suatu hari akan ada orang yang nanya gini:

Technorati Tags: , ,

powered by performancing firefox

Leuwipanjang

Buat yang sering ke Bandung, pasti tau dong terminal Leuwipanjang. Saya mau cerita yang saya tahu tentang Leuwipanjang.

  • Masuk gerbang, kita akan bayar Rp. 200 untuk peron. 99 persen petugas tidak akan memberikan karcis yang ada ditangannya untuk kita. Kalau kita minta, dia akan memberikannya berkali-kali lipat (bisa 4-5 lembar) ditambah bonus gerundelan dalam bahasa sunda.
  • Pilih bus yang akan mengantar anda ke tujuan. Apapun tujuannya dan apapun kelasnya, anda akan dilayani oleh para pramugara freelance tak berseragam (asongan). Tiap menit kira-kira 4 asongan. Kalau bus ngetem 30 menit sudah ada 120 asongan yang melayani anda. Anda bisa pilih item barang dari koran, majalah, minuman dalam kemasan, tahu sumedang, lontong, dompet anti-api (bukan anti maling), korek zippo lokal, jeruk, mangga, mainan anak, buku doa-doa, panduan sholat lengkap, surat yaasin, kacang telor, kacang bogor, permen mint bolong, sampai vcd porno kalau anda lagi beruntung (atau apes?).
  • Kalau anda lapar, di sana banyak pedagang makanan. Kalau mau makan bubur ayam encer, bayar Rp. 5000. Enak ga enak ga penting, yang penting mahal.
  • Coba rekam wajah pengemis yang masuk ke bus anda. Kalau bus anda ngetem agak lama, kemungkinan dia akan mengunjungi anda untuk kedua kalinya. Bahkan ketiga kalinya.

Pernah saya ditawari tabloid ponsel. Saya menolak dengan halus. Pedagangnya malah bilang kalau saya harus baca tabloid anu dan menghina ponsel cdma murah yang saya pakai. Belom tau dia, biar murahan tapi udah menghasilkan puluhan juta.

Pernah juga ditawari koran lokal bandung, dan saya juga menolak. Dia agak maksa, udah bawa bacaan belum katanya. Saya bilang udah. Dia tanya, apa. Saya jawab: buku. Dia melenggang dengan mengejek: “heh.. buku…?” Dalam hati saya cuma ketawa, belom tau dia.. buku gw bisa bikin kaya, dia tiap hari baca koran begituan masih jualan koran sampe sekarang :D

Pernah juga ada seorang pengemis masuk… Dengan nada yang dibuat memelas dan memasang wajah menderita dia memberikan perkenalan singkat… “assalaamualaikum bapa… punten .. blablabla…” Setelah selesai dia turun. Tak lama berselang bus mulai bertolak dan berjalan perlahan. Pengemis yang tadi naik lagi dan mengucapkan kata-kata yang persis sama. Dia tidak memperhatikan sama sekali. Sopir bus menegur:”he kan tadi udah…” . Dia cuma ketawa dan langsung turun pindah ke bus lain.

Begitulah leuwipanjang. Kalau diceritakan semua bisa panjang.

powered by performancing firefox