Buat yang sering ke Bandung, pasti tau dong terminal Leuwipanjang. Saya mau cerita yang saya tahu tentang Leuwipanjang.

  • Masuk gerbang, kita akan bayar Rp. 200 untuk peron. 99 persen petugas tidak akan memberikan karcis yang ada ditangannya untuk kita. Kalau kita minta, dia akan memberikannya berkali-kali lipat (bisa 4-5 lembar) ditambah bonus gerundelan dalam bahasa sunda.
  • Pilih bus yang akan mengantar anda ke tujuan. Apapun tujuannya dan apapun kelasnya, anda akan dilayani oleh para pramugara freelance tak berseragam (asongan). Tiap menit kira-kira 4 asongan. Kalau bus ngetem 30 menit sudah ada 120 asongan yang melayani anda. Anda bisa pilih item barang dari koran, majalah, minuman dalam kemasan, tahu sumedang, lontong, dompet anti-api (bukan anti maling), korek zippo lokal, jeruk, mangga, mainan anak, buku doa-doa, panduan sholat lengkap, surat yaasin, kacang telor, kacang bogor, permen mint bolong, sampai vcd porno kalau anda lagi beruntung (atau apes?).
  • Kalau anda lapar, di sana banyak pedagang makanan. Kalau mau makan bubur ayam encer, bayar Rp. 5000. Enak ga enak ga penting, yang penting mahal.
  • Coba rekam wajah pengemis yang masuk ke bus anda. Kalau bus anda ngetem agak lama, kemungkinan dia akan mengunjungi anda untuk kedua kalinya. Bahkan ketiga kalinya.

Pernah saya ditawari tabloid ponsel. Saya menolak dengan halus. Pedagangnya malah bilang kalau saya harus baca tabloid anu dan menghina ponsel cdma murah yang saya pakai. Belom tau dia, biar murahan tapi udah menghasilkan puluhan juta.

Pernah juga ditawari koran lokal bandung, dan saya juga menolak. Dia agak maksa, udah bawa bacaan belum katanya. Saya bilang udah. Dia tanya, apa. Saya jawab: buku. Dia melenggang dengan mengejek: “heh.. buku…?” Dalam hati saya cuma ketawa, belom tau dia.. buku gw bisa bikin kaya, dia tiap hari baca koran begituan masih jualan koran sampe sekarang :D

Pernah juga ada seorang pengemis masuk… Dengan nada yang dibuat memelas dan memasang wajah menderita dia memberikan perkenalan singkat… “assalaamualaikum bapa… punten .. blablabla…” Setelah selesai dia turun. Tak lama berselang bus mulai bertolak dan berjalan perlahan. Pengemis yang tadi naik lagi dan mengucapkan kata-kata yang persis sama. Dia tidak memperhatikan sama sekali. Sopir bus menegur:”he kan tadi udah…” . Dia cuma ketawa dan langsung turun pindah ke bus lain.

Begitulah leuwipanjang. Kalau diceritakan semua bisa panjang.

powered by performancing firefox

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • description
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists
  • blogmarks
  • Fleck
  • Netscape
  • Reddit
  • Shadows
  • Slashdot
  • StumbleUpon