Image 01 Image 02

0
Posted on 22nd January 2008 by ebonk

Sekepal nasib baik jauh lebih nikmat dari satu truk kata-kata bijaksana dan segudang mimpi indah.

Popularity: 14% [?]

0
Posted on 19th January 2008 by ebonk

Kita tidak tertarik pada kata-kata manis seperti pujian, sanjungan, rayuan dan omong kosong lainnya.

Kita hanya tertarik pada satu hal: HASIL!

Popularity: 15% [?]

12
Posted on 18th January 2008 by ebonk

Sudah dua hari ini akses internet kami yang menggunakan Fastnet dari Firstmedia mengalami gangguan teknis. Akses ke web tertentu, kebanyakan di luar negeri, seperti Yahoo! dan Google sangat lambat. Bahkan sering tidak bisa diakses.

Ketika saya cek dengan traceroute, sepertinya ada problem di jalur internasional Fastnet sehingga akses ke website tersebut sering timeout.

Belum ada pengumuman atau pemberitahuan resmi dari pihak customer service Fastnet Firstmedia mengenai hal ini.

Technorati Tags: ,

Popularity: 25% [?]

0
Posted on 14th January 2008 by ebonk

Teman saya, sebut saja namanya si Cungkring, naik angkot dari simpang Dago lewat Dipati Ukur. Duduk tak jauh dari kabin sopir. Tak lama kemudian, ada bule naik. Mau masuk ke tempat duduk di belakang. Angkot kan sempit, ari si bule pan awakna badag. Jadi rada susah lewat.

Si Cungkring sambil cengengesan ngomong pake bahasa sunda “awas..awas aya gorila”.

Si bule duduk manis di belakang sopir. Tak lama kemudian, dia turun dekatsekeloa. Pas lewat depan Si Cungkring, Si Bule bilang gini:

“Punten, A’. Gorila bade ngalangkung” sambil senyum-senyum cengengesan.

Salah tingkah, Si Cungkring cuma bisa bales senyum “Iya..mangga ..mangga…”

Panas merah tuh pipinya. Rasain! :D

Technorati Tags:

Popularity: 16% [?]

0
Posted on 13th January 2008 by ebonk

Abis jalan-jalan liat-liat barang di ACE Hardware Bekasi, saya mampir di JCO karena ngiler sama bau donat yang aduhai. Ambil posisi ngantri di paling belakang.

Tibalah giliran saya untuk memesan 1 dozen donat. Seorang ibu muda cantik di belakang saya tanpa malu langsung nyerobot minta 1/2 dozen. Saya tatap mata si pelayan dengan tajam. Tentu saja si pelayan dengan santun meminta sang ibu muda untuk menunggu untuk melayani pesanan saya lebih dulu. Saya dapat nomor antrian 21.

Diam-diam saya perhatikan dan menunggu reaksi ibu muda tersebut. Ibu muda yang cantik ini rupanya bersikeras untuk minta dilayani lebih dulu. Dengan tidak sabarnya dia meminta saya untuk ganti antrian: “Mas…mas… tolong dong. Anak saya udah nungguin dari tadi…nangis minta dibeliin JCO…” Saya tanya lagi: “Apa, mbak?“.

Anak saya nangis minta dibeliin JCO…tuh lagi ada di luar“, sahutnya.

Ooo…saya cuma ketawa dalam hati. Trus, saya jawab: “Silakan, mbak kalau mau duluan

Saya kasih jalan. Dan sekarang posisinya ada di depan saya, menunggu antrian. Tapi, tidak semudah itu bukan? Pelayan di JCO tetap mengikuti prosedur berdasarkan nomor antrian. Walaupun saya di belakang, tetap dilayani lebih dulu dan langsung bayar. Sementara ibu muda tersebut, harus menunggu lebih lama.

Hebat, bukan?! Ibu muda tersebut baru saja mendemonstrasikan tiga kebodohan sekaligus dalam waktu singkat.

Pertama: Ngga mau Antri
Antri itu standar bersikap di tempat umum, public space. Ngga mau antri berarti lack of respect, tidak tau sopan santun di tempat umum. Ngga mau antri juga berarti ngga tau malu. Bodoh dan kampungan.

Kedua: Tidak bisa mengasuh anak.
Ajari anak kamu pelan-pelan supaya bisa menyesuaikan diri di public space dengan tidak secara brutal menuruti semua rengekannya. Kalau kamu ngga bisa menangani anak kamu yang suka nangis merengek minta dibeliin donat, jangan bawa anak kamu ke pusat pertokoan. Itu artinya kamu tidak becus mengasuh. Kedua: itu tolol. Anak kamu tidak akan mati mendadak karena tidak makan JCO!

Ketiga: Uneducated
Perlu kamu ketahui, setiap tempat punya standar pelayanan. Pelayanan menggunakan nomor antrian sudah menjadi umum di banyak tempat. Jika kamu pikir dengan memaksa orang lain untuk menggantikan posisi antrian tanpa mengubah nomor antriannya, itu tindakan menipu diri sendiri dan itu sama saja dungu. Uneducated!

Well, saya memang belum memiliki keluarga atau mengasuh anak sendiri. Tapi saya punya adik, sepupu dan juga keponakan yang sifatnya di mana-mana mirip. Merengek itu ciri anak kecil dan itu lumrah. Siapa yang belum pernah direngeki anak kecil dan belum pernah jadi anak kecil?

Saya harus mengulang-ulang kata-kata “bodoh”, “dungu” dan “tolol” untuk siapapun yang membaca posting ini untuk memilih: buat alasan yang lebih baik ATAU tell us a joke, the better one. Katakanlah “segerombolan UFO sedang menyerang planet bumi dan anak saya disandera oleh mereka, dan mahluk UFO berwarna hijau dan jelek tersebut minta 1/2 dozen donat sebagai tebusannya“. Mungkin saya akan berbaik hati untuk meminta pelayan untuk mengganti nomor antriannya.

Beauty without brain is nothing!

Selamat berbelanja.

Popularity: 15% [?]

0
Posted on 10th January 2008 by ebonk

Si Pemalak,
Entah pakai jeans kumel, baju safari, berseragam, atau berdasi.
Sama saja, Pemalak.

Tukang Palak,
Pasti hadir disela roda kapitalisme yang sudah mabuk
Ditakuti tapi juga dimaki
Dibenci tapi dicari

Namun,
Sekali pemalak tetap pemalak
Parasit dengan fasilitas berlebihan
Malas dan tidak produktif

Hanya pantas dipelihara selagi berguna
Atau diberikan kepada predator alaminya

Camkan itu baik-baik!

Popularity: 15% [?]

2
Posted on 5th January 2008 by ebonk

I told them the untruth and they knew it. I want them to know that I’ve spoken the untruth. It is easier for them to refuse a lie than to accept the truth. (business talk,  January 4, 2008)

Popularity: 15% [?]

0
Posted on 5th January 2008 by ebonk

Seperti yang Anda ketahui dari media bahwa Direktur Niaga Telkomsel telah diganti. Dialah Tan Chung Yaw Richard yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President Wholesale International Business Unit SingTel. Direktur Niaga Telkomsel sebelumnya, Moon sepertinya ditarik kembali ke “pusat komando” SingTel di Singapura.

Apa yang baru di Telkomsel? Atau ini wajar-wajar saja?

read more | digg story

Popularity: 15% [?]

0
Posted on 5th January 2008 by ebonk

Life has change, my friends. We have just overcome the poverty and those kind of situations. Now, we have to deal with stupidity and unconsciousness.

Protect yourself!

Popularity: 15% [?]

7
Posted on 3rd January 2008 by ebonk

Saya juga ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada bangsa Malaysia sehingga:

  • Makin banyak orang yang membela nasib TKI
  • Makin banyak orang yang membela nasib atlit nasional, terutama Karate
  • Makin banyak orang yang membela souvenir kebudayaan nasional, terutama Reog.
  • Makin banyak orang yang sadar pentingnya kebudayaan nasional.
  • Makin banyak orang yang punya uang untuk membuat situs seperti Malingsia.com

They are the objectives which our nation, even the Departemen Kebudayaan could not achieve.

Makasih ya Pakcik dan Makcik. :D

Pengen baca postingan yang lebih waras? Baca juga di blognya Ismail Fahmi.
Thanks to Malaysia: Rasa Sayang Hey

Technorati Tags: ,

Popularity: 19% [?]