Beauty without brain is nothing!
ebonk General 13 January 2008 9:43 amAbis jalan-jalan liat-liat barang di ACE Hardware Bekasi, saya mampir di JCO karena ngiler sama bau donat yang aduhai. Ambil posisi ngantri di paling belakang.
Tibalah giliran saya untuk memesan 1 dozen donat. Seorang ibu muda cantik di belakang saya tanpa malu langsung nyerobot minta 1/2 dozen. Saya tatap mata si pelayan dengan tajam. Tentu saja si pelayan dengan santun meminta sang ibu muda untuk menunggu untuk melayani pesanan saya lebih dulu. Saya dapat nomor antrian 21.
Diam-diam saya perhatikan dan menunggu reaksi ibu muda tersebut. Ibu muda yang cantik ini rupanya bersikeras untuk minta dilayani lebih dulu. Dengan tidak sabarnya dia meminta saya untuk ganti antrian: “Mas…mas… tolong dong. Anak saya udah nungguin dari tadi…nangis minta dibeliin JCO…” Saya tanya lagi: “Apa, mbak?“.
“Anak saya nangis minta dibeliin JCO…tuh lagi ada di luar“, sahutnya.
Ooo…saya cuma ketawa dalam hati. Trus, saya jawab: “Silakan, mbak kalau mau duluan”
Saya kasih jalan. Dan sekarang posisinya ada di depan saya, menunggu antrian. Tapi, tidak semudah itu bukan? Pelayan di JCO tetap mengikuti prosedur berdasarkan nomor antrian. Walaupun saya di belakang, tetap dilayani lebih dulu dan langsung bayar. Sementara ibu muda tersebut, harus menunggu lebih lama.
Hebat, bukan?! Ibu muda tersebut baru saja mendemonstrasikan tiga kebodohan sekaligus dalam waktu singkat.
Pertama: Ngga mau Antri
Antri itu standar bersikap di tempat umum, public space. Ngga mau antri berarti lack of respect, tidak tau sopan santun di tempat umum. Ngga mau antri juga berarti ngga tau malu. Bodoh dan kampungan.
Kedua: Tidak bisa mengasuh anak.
Ajari anak kamu pelan-pelan supaya bisa menyesuaikan diri di public space dengan tidak secara brutal menuruti semua rengekannya. Kalau kamu ngga bisa menangani anak kamu yang suka nangis merengek minta dibeliin donat, jangan bawa anak kamu ke pusat pertokoan. Itu artinya kamu tidak becus mengasuh. Kedua: itu tolol. Anak kamu tidak akan mati mendadak karena tidak makan JCO!
Ketiga: Uneducated
Perlu kamu ketahui, setiap tempat punya standar pelayanan. Pelayanan menggunakan nomor antrian sudah menjadi umum di banyak tempat. Jika kamu pikir dengan memaksa orang lain untuk menggantikan posisi antrian tanpa mengubah nomor antriannya, itu tindakan menipu diri sendiri dan itu sama saja dungu. Uneducated!
Well, saya memang belum memiliki keluarga atau mengasuh anak sendiri. Tapi saya punya adik, sepupu dan juga keponakan yang sifatnya di mana-mana mirip. Merengek itu ciri anak kecil dan itu lumrah. Siapa yang belum pernah direngeki anak kecil dan belum pernah jadi anak kecil?
Saya harus mengulang-ulang kata-kata “bodoh”, “dungu” dan “tolol” untuk siapapun yang membaca posting ini untuk memilih: buat alasan yang lebih baik ATAU tell us a joke, the better one. Katakanlah “segerombolan UFO sedang menyerang planet bumi dan anak saya disandera oleh mereka, dan mahluk UFO berwarna hijau dan jelek tersebut minta 1/2 dozen donat sebagai tebusannya“. Mungkin saya akan berbaik hati untuk meminta pelayan untuk mengganti nomor antriannya.
Beauty without brain is nothing!
Selamat berbelanja.














