Image 01 Image 02

Developers, bukan Programmers

Posted on 13th August 2008 by ebonk
2

Mencari SDM yang bisa diandalkan tidak gampang. Hampir 2 tahun saya belum menemukan jawaban, kebingungan menyusun sistem kerja, tidak ada jawaban yang pasti. Programmer yang skillnya canggih dan berpengalaman di perusahaan besar sekalipun, bukan jawabannya.

Akhirnya saya menemukan kunci jawabannya di sebuah artikel yang ditulis Eric Sink, seorang programmer yang pindah haluan menjadi entrepreneur, mendirikan sebuah ISV, dan mendevelop produk untuk dijual secara massal (gue banget kan?). Judulnya: Small ISVs:  You need Developers, not Programmers

For the purpose of this article, a “programmer” is someone who does nothing but code new features and [if you're lucky] fix bugs.  They don’t write specs.  They don’t write automated test cases.  They don’t help keep the automated build system up to date.  They don’t help customers work out tough problems.  They don’t help write documentation.  They don’t help with testing.  They don’t even read code.  All they do is write new code.  In a small ISV, you don’t want any of these people in your company.

Instead of “programmers” (people that specialize in writing code), what you need are “developers” (people who will contribute in multiple ways to make the product successful).

Saya keliru. Saya pikir dengan mempekerjakan programmer berpengalaman, dari lulusan PT yang punya reputasi, bisa menjawab permasalahan. Ternyata itu tidak benar. Ini bukan perkara kredibilitas atau integritas seseorang. Ini perkara CIRCUMTANCES yang berbeda.

Ternyata yang saya butuhkan adalah orang yang bisa diandalkan untuk membuat produk. Bukan sekedar menulis kode. Ya, ada perbedaan yang mendasar antara membuat produk dan menulis kode. Dan saya menemukan, ada orang yang expert soal coding dengan bahasa yang dikuasainya, namun tidak bisa membuat produk. Dan saya menemukan ada orang yang tidak begitu expert soal coding tapi bisa membuat produk. Contohnya saya dan kompetitor saya :)

Terus terang saya tidak memandang skill coding saya bagus-bagus amat, buktinya banyak junior2 yang lebih jago. Tapi kalau bikin produk, wah udah banyak. Apalagi kalau produk gagal ikut dihitung :p Begitu juga kompetitor saya. Saya lihat, skill coding bukan nilai tambah mereka dan juga bukan nilai tambah saya.

Dari poin tersebut, saya setuju dengan Eric Sink. Untuk circumtances seperti di perusahaan saya, developerlah yang dibutuhkan. Bukan programmer. Tulisan itu juga memberikan efek lain. Rasanya kesalahan saya masih bisa dimaafkan dan diperbaiki. Mungkin karena Eric dengan SourceGearnya pun melakukan kesalahan yang sama. Wah, di sini sama aja dengan di sono. Kita bisa melakukan kesalahan yang serupa.

Bagi Anda yang juga pernah melakukan Hiring Mistakes seperti saya, saya anjurkan membaca artikel tersebut dan juga bukunya.

Popularity: 44% [?]

 Kirim updatenya ke Email saya dong!

Tulisan lainnya



2
Responses to.. Developers, bukan Programmers

1

santai aja bos. programmer klo dia paham & praktek SDLC lama2 jadi software developer.

makanya sekali2 tuh programmer suruh gathering costumer requirement atau jalanin software test.

peace !!



2

ini menurut saya tergantung kebutuhan …., ada juga koq yg perusahaan IT hanya butuh programmer saja



Leave a reply...