Image 01 Image 02

1
Posted on 25th November 2008 by ebonk

Mempekerjakan karyawan berarti menanggung resiko yang harus dibayar oleh perusahaan. Berikut ini adalah beberapa kriteria saya mengenai karyawan yang beresiko tinggi. Patut dipertimbangkan jika karyawan di perusahaan Anda masih di bawah 50 orang.

  1. Karyawan yang tidak memiliki tabungan.
  2. Karyawan yang tidak memiliki proteksi income (asuransi jiwa, asuransi kesehatan, tabungan berjangka, dll)
  3. Karyawan yang memiliki disiplin yang lemah.
  4. Karyawan yang tinggal di pemukiman kumuh.
  5. Karyawan yang jarang berolah raga.
  6. Karyawan yang memiliki pola makan yang jorok.
  7. Karyawan yang punya ketergantungan pada narkoba dan alkohol.
  8. Karyawan yang pernah kecanduan narkoba dan alkohol.
  9. Karyawan yang tidak memiliki kompetensi.
  10. Karyawan yang tidak memiliki integritas.

Karyawan-karyawan beresiko membawa energi negatif dan berpengaruh pada budaya perusahaan. Sering mengeluh, gampang capek, gampang cemas, tidak efisien dalam bekerja, mempertinggi pemborosan, tidak mampu menghadapi situasi-situasi yang sulit, dan tidak bisa bersaing dengan karwayan dari perusahaan pesaing.

Berapa banyak karyawan Anda yang sadar untuk menabung? Berapa banyak karwayan Anda yang sadar untuk memiliki proteksi income? Berapa banyak karyawan Anda yang sadar untuk menjaga disiplin? Berapa banyak karyawan Anda yang sadar untuk tinggal di pemukiman yang sehat? Dan kesadaran lainnya…

Jika satu beresiko dari 1000, sepertinya resiko itu sangat kecil dan bisa diabaikan dan tidak perlu dicemaskan karena efeknya pada budaya bisa sangat lama. Tapi jika karyawan Anda masih di bawah 50, nah… efeknya pada budaya langsung bisa dirasakan dalam waktu yang singkat.

Please keep in mind, you don’t want any of these people in your company!

Ada kriteria yang lain?

Popularity: 43% [?]

2
Posted on 23rd November 2008 by ebonk

Hyena, si hewan pemakan bangkai. Rupanya jelek, ngga menarik sama sekali. Ngga pernah dijadikan simbol keberuntungan. Beda sama harimau atau singa yang dijadikan simbol keberuntungan, bahkan dijadikan mitos.

Hyena sebetulnya pemakan daging dan tidak mesti makan bangkai. Tapi mungkin karena lebih banyak kebagian bangkai daripada mangsa hidup. Selain itu Hyena berebut teritori dengan Singa atau Harimau yang lebih unggul dalam mendapatkan mangsa. Kalau Singa atau Harimau berburu sendirian dan mampu mematikan mangsanya sendirian, Hyena mainnya keroyokan.

Hyena bisa unggul karena dua faktor: sabar menunggu dan stamina.

Sabar menunggu

Kalau Hyena sudah mupeng sama targetnya, sementara targetnya itu jauh lebih kuat (misalnya banteng, atau kerbau), maka Hyena akan menunggu di dekat targetnya. Hewan yang jadi targetnya mungkin risih kali ya, atau sebenarnya ketakutan, jadi biasanya kabur atau pindah. Tapi Hyena akan terus mengejar, walaupun belum tentu diserang. Hyena menunggu sampai targetnya lemah, atau saat bala bantuan datang, biasanya teman-teman di koloninya datang ikut memburu. Ini bisa berlangsung seharian bahkan berhari-hari.

Stamina

Kalau targetnya lebih kuat dan melawan, ya dia ngeles aja atau kabur sebentar terus datang lagi. Mungkin Hyena sempat kena seruduk, kena tanduk, kena injek dan bikin Hyena terluka. Tapi stamina Hyena tidak bisa dianggap enteng. Walaupun badannya kecil, Hyena punya stamina yang panjang dan konstan. Mungkin karena Hyena sering latihan pernafasan (halah).

Faktor stamina ini juga yang membuat Hyena bisa lebih unggul dari pada Singa atau Harimau. Bahkan Cheetah sekalipun kalau ga dapat-dapat mangsa ya mendingan pulang ke sarangnya. Beda dengan Hyena, dia kejar terus sampe targetnya mampus.

Hyena ngga seperi Singa yang bikin mangsanya mati dulu baru disantap. Hyena akan menyantap mangsanya hidup-hidup, dan membiarkan mangsanya mati pelan-pelan saat bagian-bagian tubuhnya dirobek-robek oleh kawanan Hyena. Kali ini daging segar yang mereka dapat, bukan bangkai sisa makanan Singa. Keji dan dramatis.

Sepertinya Hyena memang sudah tahu mana hewan yang bakal apes dan pasti jadi mangsanya. Bisa jadi di kawanan Hyena itu memang ada yang mengajarkan cara menghitung tanggal apes dari hewan-hewan lain dengan membaca tanda-tanda alam. (Oh, come on ebonk….)

Prinsip-prinsip ini (sabar menunggu dan stamina) juga sederhana dan hebat efeknya kalau dipraktekkan untuk (hayooo untuk apa coba?)…you know laaahh. Terlebih kalau yang jadi pesaing itu sekuat Singa, secepat Cheetah dan seakurat Harimau. Apalagi kalau mangsanya itu segalak Banteng, sekuat Kerbau. Strategi One Man Show milik bangsa Singa, Harimau maupun Cheetah just don’t cut it.

Popularity: 58% [?]

0
Posted on 23rd November 2008 by ebonk

Dalam pertempuran infanteri, hanya ada satu strategi: yaitu Fire & Motion (maksudnya bergerak maju sambil melancarkan tembakan). Dengan tetap menembak ke arah musuh, maka musuh akan terpaksa menunduk untuk menghindar dan sukar untuk melawan. Dengan bergerak maju, kita merebut teritorial sedikit demi sedikit dan menjadi lebih dekat dengan target musuh.

Prinsip ini sederhana tapi hebat efeknya. Gue praktekkan prinsip ini untuk software development, sebab musuh yang paling berat ditaklukkan adalah diri kita sendiri :D

Thanks to Joel Spolsky untuk tulisannya yang inspiratif: Fire & Motion – Joel on Software

Popularity: 39% [?]

2
Posted on 21st November 2008 by ebonk

Ternyata, kita jadi miskin bukan karena kurang uang dan kita jadi kaya bukan karena banyak uang.

Kita miskin karena sifat-sifat kemiskinan yang kita pelihara dan kita kaya karena sifat-sifat kaya yang kita pelihara.

Dari sini, orang kaya dan banyak uang itu berbeda. Maka orang miskin dan kurang uang juga berbeda. Kurang uang dan banyak uang adalah semacam state of financial, sementara miskin dan kaya adalah state of mind.

Tidak sulit menemukan orang yang banyak uang tapi sebetulnya berjiwa miskin dan menderita. Juga tidak sulit menemukan orang yang tidak banyak uang tapi berjiwa kaya dan bahagia. Bahwa banyak orang miskin yang kurang uang dan banyak orang kaya yang banyak uang, itu juga lumrah.

Bahagia ada karena ruh terbebas dari keduniawian termasuk uang. Sementara derita ada karena ruh tertindas oleh keduniawian. Sumber kebahagiaan bukanlah keduniawian atau sesuatu yang datang dari luar ruh. Sumber kebahagiaan itu ada di dalam ruh.

Bahwa dunia membuat ruh bahagia adalah bersifat sementara atau fana. Derita bisa muncul karena ruh menginginkan yang fana itu akan kekal selamanya. Padahal semua yang ada di dalam pikiran adalah bersifat keduniawian.

Makin jauh orang mencari ke luar jiwanya, makin sedikit yang ia temukan.

Kenali orang miskin dari sifatnya, dan kenali orang kaya dari sifatnya.

Dapatkah engkau sebutkan sifat-sifat kaya dan dapatkah engkau sebutkan sifat-sifat miskin?

Popularity: 41% [?]

0
Posted on 3rd November 2008 by ebonk

Setajam-tajamnya ujian adalah milik Engkau dan sebaik-baiknya pertolongan adalah dari Engkau.

Hamba mohon keselamatan, apapun ujian yang Engkau ajarkan. Sesungguhnya, hamba ini mahlukmu yang sedang ketakutan. Gemetar menanti pertolongan.

Popularity: 44% [?]

0
Posted on 3rd November 2008 by ebonk

Oh, Sri Paduka. Tolonglah.

Jika baginda tak tolong hamba, hancurlah si hina ini sekarang juga.

Popularity: 45% [?]