Image 01 Image 02

12
Posted on 25th March 2009 by ebonk

Saya jadi pelanggan MWN (PT Masterweb Network) sejak tahun 2000. Waktu itu cuma buat hosting website pribadi (sekarang blog ini). Berlanjut dengan orderan website orang. Sekarang ini ada 5 website milik sendiri yang dihosting di sana. Waktu itu memang terasa beda pelayanannya dengan tempat hosting lainnya yang pernah saya pakai.

Tapi sekarang ini nampaknya MWN sudah tidak sebagus dulu lagi. Makin sering kejadian website tidak dapat diakses. Baru-baru ini mereka melakukan maintenance, tanpa pemberitahuan lagi. Saya baru tahu ada maintenance karena ada klien yang komplain mereka tidak bisa ambil data dari website saya. Saya cek semua website tidak bisa diakses.

Saya pikir cuma sementara, namanya juga maintenance. Ternyata sampai hari ini (sudah 4 hari) website tidak dapat diakses. Dampaknya, saya dikira belom bayar hosting sama klien saya. WTF! Dari pada 1 klien ngambek, mendingan saya pindahkan hostingnya ke tempat lain.

Sementara itu saya kontak CS MWN via Masterkey, via YM, maupun via telepon. Berikut tanggapan mereka di Masterkey.

Pian Aprian || Staf    22/03/2009 05:02
Dh,

Terima Kasih untuk laporannya. Pesan error

Website Too Busy!

dikarenakan web Anda cukup banyak diakses orang, yang mengakibatkan load server menjadi besar. Shared hosting berarti 1 server terdiri atas lebih satu website. Kata shared itu sendiri yang artinya saling berbagi. Yang artinya web yang lain tidak boleh lebih besar/dominan dari web yang lain.

Solusinya, jika tidak keberatan silakan pertimbangkan untuk layanan colocation. Untuk lebih jelasnya bisa akses http://id.masterwebnet.com/layanan_harga_server.html

Terima Kasih

Kalau saya pakai hosting kecil, tapi pemakaiannya lebih bolehlah ngomong begitu. Saya pakai hosting Eksekutif A, unlimited bandwidth. Belum pernah overquota, atau pemakaian berlebih. Kok disuruh upgrade ke Colocation?

Servernya yang overload, kok hosting kita yang dibilang sibuk? Pelayanan yang buruk kok minta uang lebih?

Perhatikan juga jawaban mereka berikutnya:

M Muslim || Staf    22/03/2009 20:05
Dengan hormat,

Terimakasih atas laporannya.
Untuk hal ini Anda bisa request untuk migrasi akun Anda ke server kami yang lain (gratis). Anda bisa request ke server Exekutif kami (4210 atau 4208). Silahkan Anda tentukan waktu perpindahan/migrasi akun Anda (hari, jam dan tanggal) dengan me-reply tiket ini kembali.

Demikian informasi dari kami dan mohon maaf atas gangguan yang terjadi.

Regards,
MWN Support

Migrasi? Saya trauma dengan pengalaman migrasi server MWN sebelumnya (dua kali migrasi selalu bermasalah). Sekarang, trauma pula dengan maintenance malah disuruh migrasi (yang lebih traumatis).

Itulah mengapa saya bilang MWN = Bad Hosting Company. Setelah hampir 9 tahun jadi pelanggan MWN, sekarang saya pindahkan semua account hosting satu-persatu. Kapok!

MWN, seriously not recommended!

Popularity: 30% [?]

0
Posted on 18th March 2009 by ebonk

Death. An ending to all things known?
No. A beginning to things unknown.

Popularity: 24% [?]

0
Posted on 18th March 2009 by ebonk

Biar kuperingatkan padamu tentang Ilmu Padi: makin berisi makin merunduk. Abis itu ditebas orang.

Popularity: 23% [?]

2
Posted on 16th March 2009 by ebonk

Setiap kali punya uang lebih, saya suka mampir ke toko buku. Untuk sekedar liat-liat, atau cari buku-buku yang terbaru. Kalau liat buku bagus, saya langsung beli. Kadang uang di dompet kurang, apa boleh buat kartu debit bertindak.

Sampai di rumah, belum tentu dibaca. Orang-orang suka nanya, kok beli buku banyak-banyak tapi nggak dibaca? Jawabannya simpel aja: “Ntar!” Prinsipnya begini, yang namanya beli buku ngga akan rugi walaupun umur bukunya udah tua. Apalagi buku-buku bermutu, wajib dibeli. Mumpung lagi punya uang bisa beli buku. Kalau pas pengen baca buku bermutu tapi lagi ngga punya uang, kan repot.

Kalau dulu pas masih kuliah anggaran belanja buat beli buku paling gede cuma Rp. 50.000 sekali jalan. Beli bukunya juga di Palasari. Kalau sekarang, udah pernah tembus Rp. 1.200.000 sekali jalan.. ini bukan pamer sodara-sodara, ini bangga.. :p

Toh, manfaatnya juga tak ternilai. Seperti sekarang ini. Pas pikiran lagi tenang, pas urat saraf pada santai, enaknya baca buku nih. Nah, tinggal pilih buku di rak. Langsung baca.

Buku bermutu memang selalu mengagumkan. Ketika dibaca kembali, muncul penafsiran baru yang lebih kompleks, lebih menyengat, lebih nendang lah gitu. Kalau saya buka lagi bab-bab di bukunya Machiavelli, Robert Greene, atau buku-buku Sun Tzu, selalu muncul bayangan yang berbeda dari bab yang sama.

Seringkali tak sengaja muncul: “Oooooooohhh…. gitu…”

Sejujurnya, saya bukan pecinta buku seperti teman-teman yang lain di kampus. Cara membaca saya pun acak, tidak berurutan. Makanya saya ngga doyan buku novel atau komik karena harus dibaca dari depan ke belakang berurutan.

Tapi akhir-akhir ini saya khawatir dengan nasib buku-buku saya. Sebab tidak jarang yang sampulnya mulai terkelupas. Atau bagian-bagian tertentu sobek. Saya khawatir umur buku-buku itu jadi berkurang. Apalagi kalau sampai kena banjir, waduh…jangan sampai deh.

Mungkin sudah saatnya saya bikin perpustakaan. Biar kere tapi punya perpustakaan dong. Iya, nggak!

Popularity: 25% [?]

0
Posted on 7th March 2009 by ebonk

The summits of the various kinds of business are, like the tops of mountains, much more alike than the parts below. The bare principles are much the same; it is only the rich variegated details of the lower strata that so contrast with one another. But it needs travelling to know that the summits are the same. Those who live on one mountain believe that their mountain is wholly unlike all others.

(Walter Bagehot, The English Constitution)

Popularity: 27% [?]

0
Posted on 7th March 2009 by ebonk

Nor do I hold with those who regard it as presumption if a man of low and humble condition dare to discuss and settle the concerns of princes; because, just as those who draw landscapes place themselves below in the plain to contemplate the nature of the mountains and of lofty places, and in order to contemplate the plains place themselves high upon the mountains, even so to understand the nature of the people it needs to be a prince, and to understand that of princes it needs to be of the people.

(Machiavelli, The Prince, Dedication)

Artinya kurang lebih begini: Untuk memahami rakyat, harus jadi penguasa. Untuk memahami penguasa, harus menjadi bagian dari rakyatnya. Machiavelli menyindir tukang merenung yang tidak menjadi apa-apa!

Popularity: 25% [?]

1
Posted on 5th March 2009 by ebonk

Oh, Gusti

Engkaulah Penguasa segala krisis
Terima kasih untuk ujian krisis ini
Terima kasih telah membuka mata kami lebih lebar
Terima kasih telah menegur kesalahan-kesalahan kami
Terima kasih telah menunjukkan siapa sebenarnya sekutu dan lawan kami

Oh, Gusti

Engkaulah Sang Revolusi
Terima kasih atas perubahan hidup kami
Terima kasih atas gemblengan yang kami jalani
Terima kasih atas keterbatasan yang kami miliki
Terima kasih atas mimpi dan visi yang kau bisikkan
Terima kasih atas tamparan realitas yang kau tunjukkan

Oh, Gusti

Engkaulah Yang Maha Perkasa
Kau tunjukkan kelemahan-kelemahan kami
Sehingga kami sadar, kepada siapa kami harus bekerja sama
Kau tunjukkan kekurangan-kekurangan kami
Sehingga kami sadar, kepada siapa kami harus belajar
Kau tunjukkan betapa kecilnya kami
Sehingga kami sadar, kepada siapa kami harus hormat
Kau tunjukkan kebodohan-kebodohan kami
Sehingga kami sadar, kepada siapa kami harus berguru

Oh, Gusti

Engkaulah Yang Maha Misteri dan pemilik segala rahasia
Kami titipkan rahasia-rahasia kami
Kami titipkan aib dan kesalahan kami
Kami titipkan rencana-rencana kami
Kami titipkan samaran-samaran kami

Oh, Gusti

Engkaulah Yang Maha Menentukan
Jika di masa krisis ini kau jadikan kami menang
Jadikan kami orang yang bisa belajar dari kesalahan orang lain
Jika di masa krisis ini kau jadikan kami kalah
Jadikan kami orang yang cepat bangkit dan bisa belajar dari kesalahan diri sendiri

Kami bersaksi sesungguhnya Sri Paduka Maha Mulia dan Maha Memuliakan

Popularity: 26% [?]

0
Posted on 5th March 2009 by ebonk

Wahai Zat yang memiliki Qalam
Bisikkanlah petunjukmu dalam hati kami

Wahai Zat yang Maha Mendengar isi hati
Dengarkanlah keraguan-keraguan kami

Wahai Zat yang Maha Memberi Petunjuk
Pandulah kami dalam kegelapan

Wahai Zat yang Memiliki Kegelapan
Terangilah jalan kami di depan

Wahai Zat yang Maha Menyesatkan
Singkapkan apa yang tersamar bagi kami

Wahai Zat yang Maha Menentukan
Berikan kami proses yang benar

Wahai Zat yang Maha Mengabulkan
Jadikanlah

Popularity: 21% [?]

0
Posted on 4th March 2009 by ebonk

Tidak ada jihad dalam orang yang berani mati bunuh diri. Jihad ada dalam orang yang berani hidup dengan menanggung segala konsekuensinya.

Popularity: 19% [?]

1
Posted on 3rd March 2009 by ebonk

Kelimpahan telah memberikan banyak impian dan ketenangan, tapi membuat mental jadi lembek. Keterbatasan memaksa orang untuk memahami realita dan miskin impian, tapi membuat mental jadi tahan banting.

Popularity: 18% [?]