Archives by Subject

Arsip kategori 'General'

Siaware the 13th

Barusan saya baca email di mailinglist siawares dari Bu Nani. Beritanya: Siaware 13 akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2008 sampai dengan 20 April 2008.

Cek kalender, ternyata bertepatan dengan tanggal 20 Rabiul Akhir 1429H. Jatuh pada Kamis Kliwon (malem Jumat dong) sampai dengan Minggu Pon tanggal 13 Rabiul Akhir 1429H.

Waktunya bagus ya ;)
Hihihihii….

Wahai jiwa-jiwa yang belum tenang,
Berbondong-bondonglah kamu semua untuk datang ke acara ini.

Sambutlah jiwa-jiwa yang resah itu.
Bangkitlah dari semayammu nan muram.
Lantunkan nyanyian penyambutan.
Mari kita gelar perjamuan.

Jadikan hari itu tak kan mereka lupakan.
Suatu hari di mana keraguan dan ketakutan adalah kekuatan.

:twisted:

Just dream on, Dreamer!

Orang sering bilang:
“Apa ngga boleh punya mimpi?”
“Mimpi kan gratis, ngga kena pajak pula!”

Para pembicara itu juga bilang:
“Ternyata banyak orang yang kesulitan untuk punya mimpi”
“Lebih banyak orang yang tidak berani bermimpi”
“Lebih banyak lagi orang yang tidak tahu apa mimpinya”

Oh, boleh-boleh saja.

Ok, sekarang saya bilang sama kamu: sekarang kamu sudah punya mimpi, artinya kamu tahu mimpi kamu, dan kamu sudah berani bermimpi.

Lalu apah? So far so good? So what?

Apakah kamu hanya lari dari alam nyata ke alam mimpi? Apakah kamu cuma berani bicara dalam mimpi? Apakah kamu cuma mencari pembenaran? Beralasan?

Well, selama itu ada di alam mimpi, it’s just a dream bb! Seharum bunga tidur, sehoror mimpi buruk.

Selama itu hanya ada di alam mimpi, just dream on Dreamer!

Saya pilih bangun, menghirup aroma kesadaran dan meneguk kenyataan hidup yang dihidangkan untuk saya sendiri. Revolusi tidak terjadi dengan hanya bermimpi dan bermimpi.

Kamu tidak mau bangun? Ya sudah, just dream on…Dreamer!!!

Jalan Yang Lurus

Wahai Dzat Yang Punya Hidup,

Terpujilah Engkau yang menunjukkan Jalan Yang Lurus.
Jalan orang-orang yang Kau menangkan dalam perang.
Jalan orang-orang yang Kau selamatkan dari tipu daya.

Terpujilah Engkau yang memberi petunjuk.
Bahwa yang salah itu salah dan yang benar itu benar.
Walaupun dalam amarah dan dendam.
Walaupun dalam suka cita maupun muram durja.

Terpujilah Engkau yang suka berbisik di dalam hati
Kau bongkar semua konspirasi tipu daya.
Kau kembalikan nyaliku yang ciut.
Kau tunjukkan mana kawan dan mana lawan.
Kau ganti musuh dengan sahabat

Terpujilah Engkau yang menunjukkan rahasia ke Jalan Yang Lurus
Yang lebih mulia dari semua koneksi dan nepotisme
Yang lebih kuat dari semua kekuatan politik yang ada
Yeng lebih halus dari niat yang terselubung.

Jangan Kau usir aku dari Jalan Yang Lurus.
Jalan di mana aku berpegang teguh menumpang hidup.
Jalan di mana aku menunda ajal.

Terpujilah Engkau yang memiliki Jalan Yang Lurus
Terpujilah Engkau yang memiliki Jalan Yang Lurus
Terpujilah Engkau yang memiliki Jalan Yang Lurus

Jangan Berharap Terima Kasih

Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah jenis orang tidak tau berterima kasih dan suka melampaui batas.

Jangan sekali-kali mengharap balas budi atau terima kasih dari manusia. Tapi masukkan orang-orang yang tau berterima kasih dalam daftar orang-orang yang pantas diperjuangkan.

Mati Kelaparan Lagi

Bencana kemanusiaan ala Afrika terjadi lagi di Indonesia. Ibu hamil dan anaknya mati kelaparan. Saya tidak akan menghakimi siapa-siapa, apakah masyarakat setempat, pemerintah setempat (RT, RW) maupun ulama setempat. Tapi saya malu, betul-betul malu. Ada orang yang saudaranya atau tetangganya kelaparan, tapi membiarkannya hingga mati.

Liputan6.com, Makassar: Besse yang tengah hamil tujuh bulan bersama Bahir (lima tahun), anaknya, Sabtu (1/3), meninggal setelah menderita kelaparan akibat tiga hari tidak makan. Sedangkan Sari dan Aco, dua anak korban yang lain, masih bisa diselamatkan.

Belum ada pernyataan secara medis yang menjelaskan warga Jalan Daeng Tata I itu meninggal akibat kelaparan. Namun keterangan Aisyah, tetangga Besse, menguatkan kondisi ekonomi keluarga Basri, suami korban yang berprosesi sebagai tukang becak, memang sangat memprihatikan. Sebab untuk makan saja mereka terkadang harus meminta kepada tetangga.

Kusuma Wardani, ahli gizi Dinas Kesehatan Makassar, mengakui tewasnya Besse serta anaknya karena kelaparan sebagai preseden buruk. “Masalah kelaparan ini bukan hanya departemen kesehatan saja yang menanganinya, tetapi ada beberapa instansi terkait,” kata dia. Yang pasti,  kondisi ini sangat ironis dengan predikat Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan

Syamsu Rizal, anggota DPRD Kota Makassar yang menangani masalah kesejahteraan masyarakat, geram mendengar ada warga Makassar yang meninggal akibat kekurangan pangan. “Ini sebagai kejadian memalukan yang menjadi tamparan bagi pemerintah kota dan seluruh masyarakat Kota Makassar,” tutur dia.

Syamsu menuding kasus ini diakibatkan tidak adanya koordinasi dari instansi-instansi yang menangani kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, dia bertekad akan segera membawa masalah ini ke rapat dewan. Sementara itu, jenazah Besse dan Bahir hari ini telah dipulangka ke kampung halamannya di Kabupaten Bantaeng untuk dimakamkan.(BOG/Iwan Taruna dan Rizal Randa)