Image 01 Image 02

0
Posted on 7th February 2008 by ebonk

Selalu tempatkan orang-orang kompeten dan becus di bidangnya untuk posisi-posisi penting. Jangan pernah tempatkan badut. Jangan pernah tempatkan fresh graduate. Kebecusan lebih penting untuk pekerjaan tersebut dibandingkan segalanya.

Powered by ScribeFire.

Popularity: 15% [?]

0
Posted on 19th January 2008 by ebonk

Kita tidak tertarik pada kata-kata manis seperti pujian, sanjungan, rayuan dan omong kosong lainnya.

Kita hanya tertarik pada satu hal: HASIL!

Popularity: 13% [?]

0
Posted on 13th January 2008 by ebonk

Abis jalan-jalan liat-liat barang di ACE Hardware Bekasi, saya mampir di JCO karena ngiler sama bau donat yang aduhai. Ambil posisi ngantri di paling belakang.

Tibalah giliran saya untuk memesan 1 dozen donat. Seorang ibu muda cantik di belakang saya tanpa malu langsung nyerobot minta 1/2 dozen. Saya tatap mata si pelayan dengan tajam. Tentu saja si pelayan dengan santun meminta sang ibu muda untuk menunggu untuk melayani pesanan saya lebih dulu. Saya dapat nomor antrian 21.

Diam-diam saya perhatikan dan menunggu reaksi ibu muda tersebut. Ibu muda yang cantik ini rupanya bersikeras untuk minta dilayani lebih dulu. Dengan tidak sabarnya dia meminta saya untuk ganti antrian: “Mas…mas… tolong dong. Anak saya udah nungguin dari tadi…nangis minta dibeliin JCO…” Saya tanya lagi: “Apa, mbak?“.

Anak saya nangis minta dibeliin JCO…tuh lagi ada di luar“, sahutnya.

Ooo…saya cuma ketawa dalam hati. Trus, saya jawab: “Silakan, mbak kalau mau duluan

Saya kasih jalan. Dan sekarang posisinya ada di depan saya, menunggu antrian. Tapi, tidak semudah itu bukan? Pelayan di JCO tetap mengikuti prosedur berdasarkan nomor antrian. Walaupun saya di belakang, tetap dilayani lebih dulu dan langsung bayar. Sementara ibu muda tersebut, harus menunggu lebih lama.

Hebat, bukan?! Ibu muda tersebut baru saja mendemonstrasikan tiga kebodohan sekaligus dalam waktu singkat.

Pertama: Ngga mau Antri
Antri itu standar bersikap di tempat umum, public space. Ngga mau antri berarti lack of respect, tidak tau sopan santun di tempat umum. Ngga mau antri juga berarti ngga tau malu. Bodoh dan kampungan.

Kedua: Tidak bisa mengasuh anak.
Ajari anak kamu pelan-pelan supaya bisa menyesuaikan diri di public space dengan tidak secara brutal menuruti semua rengekannya. Kalau kamu ngga bisa menangani anak kamu yang suka nangis merengek minta dibeliin donat, jangan bawa anak kamu ke pusat pertokoan. Itu artinya kamu tidak becus mengasuh. Kedua: itu tolol. Anak kamu tidak akan mati mendadak karena tidak makan JCO!

Ketiga: Uneducated
Perlu kamu ketahui, setiap tempat punya standar pelayanan. Pelayanan menggunakan nomor antrian sudah menjadi umum di banyak tempat. Jika kamu pikir dengan memaksa orang lain untuk menggantikan posisi antrian tanpa mengubah nomor antriannya, itu tindakan menipu diri sendiri dan itu sama saja dungu. Uneducated!

Well, saya memang belum memiliki keluarga atau mengasuh anak sendiri. Tapi saya punya adik, sepupu dan juga keponakan yang sifatnya di mana-mana mirip. Merengek itu ciri anak kecil dan itu lumrah. Siapa yang belum pernah direngeki anak kecil dan belum pernah jadi anak kecil?

Saya harus mengulang-ulang kata-kata “bodoh”, “dungu” dan “tolol” untuk siapapun yang membaca posting ini untuk memilih: buat alasan yang lebih baik ATAU tell us a joke, the better one. Katakanlah “segerombolan UFO sedang menyerang planet bumi dan anak saya disandera oleh mereka, dan mahluk UFO berwarna hijau dan jelek tersebut minta 1/2 dozen donat sebagai tebusannya“. Mungkin saya akan berbaik hati untuk meminta pelayan untuk mengganti nomor antriannya.

Beauty without brain is nothing!

Selamat berbelanja.

Popularity: 13% [?]

0
Posted on 10th January 2008 by ebonk

Si Pemalak,
Entah pakai jeans kumel, baju safari, berseragam, atau berdasi.
Sama saja, Pemalak.

Tukang Palak,
Pasti hadir disela roda kapitalisme yang sudah mabuk
Ditakuti tapi juga dimaki
Dibenci tapi dicari

Namun,
Sekali pemalak tetap pemalak
Parasit dengan fasilitas berlebihan
Malas dan tidak produktif

Hanya pantas dipelihara selagi berguna
Atau diberikan kepada predator alaminya

Camkan itu baik-baik!

Popularity: 13% [?]

2
Posted on 5th January 2008 by ebonk

I told them the untruth and they knew it. I want them to know that I’ve spoken the untruth. It is easier for them to refuse a lie than to accept the truth. (business talk,  January 4, 2008)

Popularity: 13% [?]

0
Posted on 5th January 2008 by ebonk

Seperti yang Anda ketahui dari media bahwa Direktur Niaga Telkomsel telah diganti. Dialah Tan Chung Yaw Richard yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President Wholesale International Business Unit SingTel. Direktur Niaga Telkomsel sebelumnya, Moon sepertinya ditarik kembali ke “pusat komando” SingTel di Singapura.

Apa yang baru di Telkomsel? Atau ini wajar-wajar saja?

read more | digg story

Popularity: 12% [?]

0
Posted on 5th January 2008 by ebonk

Life has change, my friends. We have just overcome the poverty and those kind of situations. Now, we have to deal with stupidity and unconsciousness.

Protect yourself!

Popularity: 13% [?]

0
Posted on 3rd January 2008 by ebonk

Saya juga ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada bangsa Malaysia sehingga:

  • Makin banyak orang yang membela nasib TKI
  • Makin banyak orang yang membela nasib atlit nasional, terutama Karate
  • Makin banyak orang yang membela souvenir kebudayaan nasional, terutama Reog.
  • Makin banyak orang yang sadar pentingnya kebudayaan nasional.
  • Makin banyak orang yang punya uang untuk membuat situs seperti Malingsia.com

They are the objectives which our nation, even the Departemen Kebudayaan could not achieve.

Makasih ya Pakcik dan Makcik. :D

Pengen baca postingan yang lebih waras? Baca juga di blognya Ismail Fahmi.
Thanks to Malaysia: Rasa Sayang Hey

Technorati Tags: ,

Popularity: 15% [?]

0
Posted on 2nd January 2008 by ebonk

Menjadi bos berarti sendirian.
Karena bos sejati tidak punya teman.

Popularity: 11% [?]

0
Posted on 13th December 2007 by ebonk

Saya baru ingat suatu ketika saya telepon mama saya, minta sebutkan merek modem ADSL di rumah, karena saya mau cari manualnya di kantor. Dengan lancar beliau menjawab: “Allied Telesyn AT-ARW250″. Saya tidak melihat suatu hal yang spesial.

Saya ada 3 user yang memakai modem ADSL untuk koneksi internetnya. Ketiganya punya kemiripan. Ketika saya tanya: “Merek modemnya apa?” Jawabannya beragam: “Lihatnya dimana?”, “Ngga tau, orang Telkom yang pasang”, “Modem yang mana?”

Mama saya lulusan SMA. Pernah kuliah administrasi perbankan tapi ga selesai. Pernah jadi buruh pabrik farmasi. Boro-boro pake internet. Pake hape pun jarang. Umurnya sudah 52 tahun.

Sementara user saya semuanya lulusan perguruan tinggi, internet makanan sehari-hari. Umurnya rata-rata 30 tahun.

Saya baru sadar: Mama saya memang jagoan!

Popularity: 13% [?]